Lapbas DPC Cilegon Terus Perkarakan Tanah Sengketa Milik Haji Tous

INDONESIASATU.CO.ID:

Cilegon - Beberapa waktu lalu, Kamis (14/2/2019) Ormas Laskar Pendekar Banten Sejati (Lapbas) melakukan aksi di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Cilegon, aksi yang dilakukan terkait sengketa tanah yang berlokasi di Jl. Brigjen Katamso no. 58 Link Gambiran, Rt. 012/003, Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, dengan luas lahan 9925 m2.

Sengketa tanah yang tengah diperkarakan oleh Ormas Laskar Pendekar Banten Sejati (Lapbas) di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Cilegon, yakni adanya dugaan peralihan sertifikat tanah dari nama pemilik awal Haji Tous kepada nama Winarno, dinilai tanpa prosedur yang jelas.

Yudi Wahyudi sebagai pihak yang mengaku menerima kuasa dari ahli waris Haji Tous, Hamdan perwakilan dari keluarga ahli waris, serta beberapa pengurus Ormas Lapbas menggelar konferensi pers di lokasi tanah bersangkutan, Selasa (19/2/2019).

"Sebelum ada peralihan sertifikat atas nama Winarno, tahun sejak 2004 hingga 2015 sertifikat itu masih atas nama Haji Tous," jelas Hamdan kepada wartawan.

Lebih lanjut, Yudi Wahyudi selaku pihak yang diberi kuasa, menceritakan kronologis peralihan nama sertifikat yang bermula dari sempat hilangnya sertifikat.

"Sertifikat asli sudah ada sejak 2004, kemudian diambil oleh anak angkat Tous untuk diberikan ke PT. Panca Puri dan diurus oleh Notaris Erna yang berlokasi di Simpang Cilegon, tapi setelah itu hilang entah kemana. Tapi ternyata ada yang membuat laporan kehilangan ke Polres. Dan kemudian menerbitkan sertifikat pengganti atas nama Haji Tous lagi dari BPN," ungkap Yudi.

Yudi juga mengungkapkan bahwa lahan tersebut sempat terjadi sengketa antara ahli waris dengan anak angkat Haji Tous hingga berproses di Pengadilan. Saat bersengketa, ahli waris didampingi oleh Kuasa Hukum, namun pasca sengketa dimenangkan oleh ahli waris status kepemilikan lahan dan sertifikat Haji Tous beralih menjadi Winarno.

"Meskipun ahli waris sudah menang atas status tanah tersebut hingga Mahkamah Agung, tapi sekarang ahli waris dan anak angkat Haji Tous sudah ishlah. Kemudian saat berupaya mengambil hak atas lahan itu, tapi ternyata sertifikat sudah beralih atas nama Winarno, padahal awalnya sertifikat atas nama Haji Tous itu ada di kuasa hukum dan tidak pernah terjadi proses jual beli, baik dari ahli waris dan anak angkat kepada Winarno," jelas Yudi.

Mas Mulyana sebagai perwakilan dari Lapbas mengaku masih menunggu surat jawaban tertulis dari BPN Cilegon atas tuntutan yang diajukan pada saat aksi kemarin. Lapbas meminta penjelasan kronologi peralihan sertifikat lahan Haji Tous tersebut.

"Waktu mediasi disepakati paling lambat 7 hari, jadi kami masih menunggu warkah dari BPN sampai hari Kamis besok," tegasnya.

Pihak Lapbas dan pemegang kuasa dari ahli waris mengaku akan melakukan berbagai macam upaya untuk mengembalikan hak atas tanah tersebut, karena adanya kejanggalan proses dalam penerbitan sertifikat tersebut. (Amel)

  • Whatsapp

Index Berita