Warta.

Cilegon.

 
March 25, 2026

Tim Gabungan Turun ke Sungai, Sisir Aliran dari Cigiceh hingga Teratai

Cilegon – Upaya pencarian terhadap seorang pria yang diduga melakukan percobaan bunuh diri dengan melompat dari Jembatan Cigiceh, Kelurahan Panggung Rawi, Kecamatan Jombang, terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan pada Selasa malam (20/1/2026).

Peristiwa tersebut diketahui bermula sekitar pukul 19.15 WIB, saat seorang perempuan bernama Rena mendatangi Polres Cilegon untuk melaporkan bahwa suaminya, Liman Sule Q (43), warga Lingkungan Jombang Wetan, diduga melompat ke sungai dari atas Jembatan Cigiceh sekitar pukul 18.30 WIB.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kanit Pamapta III Polres Cilegon Ipda Gana bersama piket fungsi langsung menuju lokasi kejadian dan melakukan pencarian di sekitar aliran sungai, berkoordinasi dengan petugas Tagana serta dibantu warga setempat.

Berdasarkan keterangan pelapor, korban sebelumnya kerap mengutarakan niat mengakhiri hidup saat menghadapi permasalahan keluarga. Korban sempat meninggalkan rumah selama lima hari usai berselisih dengan istrinya. Dalam beberapa waktu terakhir, korban juga mengeluhkan tekanan ekonomi akibat utang usaha, yang diduga menjadi pemicu kondisi psikologisnya.

Sekitar pukul 19.00 WIB, korban sempat akan ditolong oleh adik iparnya, Imam Arifin. Namun, korban menolak pertolongan dan akhirnya terbawa arus sungai. Ciri-ciri terakhir korban yakni tinggi sekitar 160 cm, rambut ikal tipis, tidak mengenakan baju dan hanya memakai celana panjang jeans warna biru.

Pada pukul 22.30 WIB, Kapolres Cilegon AKBP Dr. Martua Raja Taripar Laut Silitonga, S.H., S.I.K., M.Si., tiba langsung di lokasi kejadian guna mengecek kesiapan personel serta memimpin koordinasi pencarian. Kapolres didampingi oleh Ketua DPRD Kota Cilegon Rizki Khairul Ichwan, Kapolsek Cilegon Kompol Firman Hamid, Kabag Ops Polres Cilegon AKP Choirul Anam, Kasat Intel Polres Cilegon Iptu Riswan Wijaya, Kanit Paminal Polres Cilegon Iptu Muhamd Kurniawan, KBO Satreskrim Ipda Dwisakti, Kanit Reskrim Ipda Jefri Martahi, Kanit 2 Satintelkam Ipda Iip Malik Ibrahim, Kanit Pamapta III Ipda Gana Autisna, serta Lurah Panggung Rawi Sulelah.

Pencarian dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari unsur Polri, BPBD, Damkar, Tagana, Basarnas, Pramuka Peduli, TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat. Penyisiran dilakukan sepanjang aliran sungai dari Jembatan Cigiceh hingga wilayah Teratai Udik, dimulai sejak pukul 20.00 WIB hingga 23.15 WIB.

Namun, hingga malam hari, hasil pencarian masih nihil. Tim tidak menemukan tanda-tanda korban muncul di permukaan maupun jejak lain di sepanjang aliran sungai yang telah disisir.

Dalam proses pencarian malam hari, tim menghadapi sejumlah kendala, di antaranya cuaca, minimnya penerangan, derasnya arus sungai, serta banyaknya hambatan berupa batang pohon, tumpukan sampah, dan ranting yang terbawa arus. Meski demikian, seluruh upaya telah dimaksimalkan, termasuk penggunaan perahu karet dan metode body rafting, di mana personel langsung menyusuri aliran sungai.

Berdasarkan hasil koordinasi seluruh unsur yang terlibat, pencarian disepakati akan dilanjutkan pada hari berikutnya mulai pukul 07.00 WIB dengan pembagian tugas sebagai berikut:

Tim 1: Basarnas dan Damkar melakukan penyisiran dari Sungai Teratai hingga Laut Bojonegara.

Tim 2: BPBD melakukan penyisiran dari Bendungan RSUD hingga Sungai Teratai.

Tim 3: Tagana, TNI, Polri, serta masyarakat melakukan penyisiran dari TKP Jembatan Cigiceh hingga Bendungan RSUD.

Pencarian lanjutan akan menggunakan tiga unit perahu karet dan satu perahu fiber guna memperluas jangkauan penyisiran.

Polres Cilegon menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses pencarian ini secara maksimal, serta mengajak seluruh unsur terkait dan masyarakat untuk bersama-sama membantu upaya kemanusiaan tersebut, dengan harapan korban dapat segera ditemukan.