Warta.

Cilegon.

 
March 2, 2026

Kapolres Cilegon Pimpin Rakor Lintas Sektor Kesiapan Pengamanan Lebaran 2026


Dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 H, Polres Cilegon menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Eksternal Ops Ketupat Maung 2026 di Aula Wicaksana Leghawa, Senin (2/3/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Cilegon AKBP Dr. Martua Raja Taripar Laut Silitonga, S.H., S.I.K., M.Si., dan dihadiri unsur Forkopimda serta para pemangku kepentingan lintas sektoral.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Wali Kota Cilegon H. Robinsar, Danlanal Banten Kolonel Laut (P) Catur Yogiatoro, Dandim 0623 Cilegon Letkol Inf Imam Buchori, perwakilan Kejari, KSOP, ASDP, Pelindo, BBJ, KBS, BMKG, BPBD, Basarnas, Dishub, Dinkes, serta unsur TNI–Polri dan stakeholder lainnya.

Kapolres Cilegon dalam sambutannya menegaskan bahwa rakor eksternal ini merupakan lanjutan dari rapat internal yang telah dilaksanakan sebelumnya, guna memetakan potensi kerawanan serta menentukan langkah strategis di lapangan. Ia menekankan pentingnya sinergitas antarinstansi dalam mengantisipasi lonjakan kendaraan dan penumpang, khususnya pada lintasan tersibuk nasional yakni Merak–Bakauheni.

Berdasarkan paparan, arus penyeberangan melalui Pelabuhan Merak diprediksi menjadi yang terpadat dengan estimasi pergerakan mencapai 6,06 juta orang. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18–19 Maret 2026 (H-3), sementara puncak arus balik pada 28–29 Maret 2026 (H+7).

Dalam skema pengaturan pelabuhan, distribusi kendaraan akan dibagi ke beberapa titik strategis, yakni Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ciwandan, Pelabuhan BBJ Bojonegara, serta Pelabuhan Krakatau Bandar Samudera sebagai langkah kontingensi. Pengaturan ini mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Dirjen Perhubungan Darat, Dirjen Perhubungan Laut, Dirjen Bina Marga, dan Kakorlantas Polri terkait pembatasan operasional angkutan barang.

Polres Cilegon juga menyiapkan rekayasa lalu lintas dan delaying system di Rest Area KM 43 dan KM 68, serta penempatan buffer zone di sejumlah titik, termasuk kawasan industri dan Jalan Lingkar Selatan. Diskresi kepolisian akan dikedepankan secara terukur apabila antrean kendaraan telah mencapai batas kritis.

Dalam paparan Kasat Intelkam dan Kasat Lantas, dipetakan sejumlah potensi kerawanan, mulai dari penumpukan kendaraan di dermaga eksekutif, kecelakaan lalu lintas dan laut akibat cuaca ekstrem, gangguan kamtibmas, hingga potensi kelangkaan BBM. Selain itu, jalur wisata, pusat perbelanjaan, SPBU, dan kawasan industri juga menjadi fokus pengamanan.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, akan didirikan 13 Pos Pengamanan (Pospam), 2 Pos Pelayanan (Posyan), serta 1 Pos Terpadu di Exit Tol Cilegon Timur. Pos Terpadu akan difungsikan sebagai command center dengan sistem K3I (kendali, komunikasi, koordinasi, dan informasi) guna memantau situasi secara real time.

Kekuatan personel gabungan yang dilibatkan dalam Operasi Ketupat Maung 2026 mencapai ribuan personel dari Polri, TNI, Dishub, Dinkes, Satpol PP, Basarnas, BPBD, hingga unsur pelabuhan dan operator kapal.

Menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di musim penghujan, Polres Cilegon juga membentuk Tim Siaga Bencana terpadu. Langkah ini meliputi pemetaan daerah rawan banjir dan longsor, penguatan koordinasi dengan BMKG, optimalisasi layanan 110, serta kesiapan sarana evakuasi.

Wali Kota Cilegon dalam arahannya menekankan pentingnya pelayanan yang humanis dan responsif kepada masyarakat. Ia berharap seluruh petugas menampilkan sikap ramah, memberikan edukasi, serta memastikan arus mudik dan balik berjalan aman, nyaman, dan lancar.

Rakor ditutup dengan komitmen bersama seluruh stakeholder untuk mengedepankan kolaborasi, komunikasi, dan koordinasi intensif selama pelaksanaan Operasi Ketupat Maung 2026, demi terwujudnya pengamanan Idul Fitri yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Cilegon.