Warta.

Cilegon.

 
May 19, 2026

Setmilpres RI Verifikasi Polda Banten atas Keberhasilan Pengamanan Mudik dan Inovasi Sosial

Kapolda Banten Hengki menghadiri kegiatan Verifikasi Usulan Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti Polda Banten oleh Tim Sekretariat Militer Presiden Republik Indonesia (Setmilpres RI) dan SSDM Polri yang dilaksanakan di Aula Gawe Kuta Baluwarti Polda Banten pada Senin (18/5/2026).


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Banten Brigjen Pol Hendra Wirawan, Kepala Bagian Verifikasi dan Administrasi Setmilpres RI Kombes Pol Yukhti Inarni, para Pejabat Utama Polda Banten, Kapolresta/Kapolres jajaran, Plh Kasubbagsosrumdik Bagyanhak Rowatpers SSDM Polri Kompol Lesmana Pramuditya Primajati, serta OPD Provinsi Banten.


Dalam paparannya, Kapolda Banten menyampaikan bahwa usulan Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti didasarkan atas keberhasilan Polda Banten dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Maung 2026 serta program inovasi unggulan Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) dan Polisi Peduli Pendidikan (Poldik).


Kapolda Banten menjelaskan bahwa Provinsi Banten memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang transportasi nasional penghubung Pulau Jawa dan Sumatera dengan jumlah penduduk lebih dari 9 juta jiwa serta dinamika wilayah yang sangat kompleks.


“Usulan ini didasarkan atas keberhasilan Polda Banten dalam melaksanakan pengamanan Operasi Ketupat Maung 2026 secara terpadu, serta program inovasi Poliran dan Poldik yang memberikan dampak nyata bagi stabilitas kamtibmas dan pembangunan sumber daya manusia di Provinsi Banten dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045,” ujarnya.


Lebih lanjut, Kapolda menegaskan bahwa pengamanan arus mudik dan balik Idulfitri di wilayah Banten bukan hanya pengamanan daerah, melainkan bagian penting dari pengamanan mobilitas nasional.


Melihat kondisi tersebut, Polda Banten melaksanakan Operasi Ketupat Maung 2026 secara terpadu, modern, dan humanis. Tujuan utamanya bukan sekedar menjaga kelancaran arus mudik, tetapi memastikan masyarakat dapat merasakan perjalanan yang aman, nyaman, tertib, dan lancar, jelasnya.


Dalam pemaparannya, Kapolda juga menyoroti keberhasilan program Poliran sebagai solusi humanis terhadap tingginya angka kemiskinan di Banten. Melalui pelatihan keterampilan dan pemberdayaan masyarakat, program tersebut berhasil membuka peluang kerja dan usaha baru bagi masyarakat.


“Melalui Program Poliran, Polda Banten hadir tidak hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai problem solver di tengah masyarakat. Kami meyakini bahwa keamanan tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan masyarakat,” ungkap pejabat tinggi Polri ini.


Selain itu, melalui program Poldik, Polda Banten aktif melakukan pelatihan dan edukasi kepada pelajar guna membangun karakter disiplin, nasionalisme, dan kesadaran hukum generasi muda.


“Kami meyakini bahwa menjaga keamanan tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pembentukan karakter generasi muda. Karena generasi muda hari ini adalah penentu keamanan dan masa depan bangsa,” tambahnya.


Kapolda Banten juga memaparkan sejumlah capaian konkret dari program dan operasi yang telah dilaksanakan. Pada Operasi Ketupat Maung 2026, tercatat sekitar 250 ribu kendaraan dan 1,1 juta penumpang melintas di jalur Jawa–Sumatera dengan kondisi arus mudik dan balik yang berjalan aman, tertib, dan lancar.


Selain itu, angka kecelakaan lalu lintas dan korban meninggal dunia mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.


Sementara itu, program Poliran telah memberikan pelatihan kepada 567 peserta, dengan 20 peserta berhasil memperoleh pekerjaan dan 11 peserta lainnya berhasil membangun usaha mandiri.